Social Icons

Pages

Jumat, 15 Maret 2013

Pengertian Konsep Dasar Pengajaran Bahasa Arab


BAB I
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Konsep Dasar Pengajaran.
Konsep dasar merupakan sebuah gagasan atau ide awal yang relatif sempurna dan bermakna. Atau bisa dikatakan juga konsep dasar merupakan peta perencanaan untuk masa depan sehingga bisa dijadikan pedoman untuk melangkah ke depan agar mendapatkan hasil baik sesuai dengan keinginan kita.[1]
Pada umumnya konsep  harus disiapkan oleh siapa saja dan apa saja profesinya agar target kita di esok hari  sesuai dengan  perencanaan awal dan dapat terlaksana dengan baik, dengan adanya hal ini kita dapat terbantu secara konseptual untuk melaksanakan rencana awal tadi.
Sedangkan, pengajaran merupakan perpaduan dari dua aktivitas, yaitu Aktivitas Mengajar dan Aktivitas Belajar. Aktivitas mengajar menyangkut peranan seorang guru dalam konteks mengupayakan terciptanya jalinan komunikasi harmonis antara mengajar itu sendiri dengan belajar. Jalinan komunikasi yang harmonis inilah yang mnejadi indicator suatu aktivitas/proses pengajaran itu berjalan dengan baik. Jadi, Konsep Dasar Pengajaran Bahasa Arab adalah gagasan/perencanaan awal yang sudah disiapkan untuk mengajar bahasa arab sesuai dengan aktivitas atau proses pengajaran antara pendidik dan peserta didik.[2]
Dalam konteks pengajaran, perencanaan dapat diartikan sebagai proses penyusunan materi pelajaran, penggunaan media pengajaran, penggunaan metode pembelajaran dan penilaian dalam suatu alokasi waktu yang akan dilaksanakan pada masa tertentu untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya.
Suatu pengajaran akan bisa disebut berjalan dan berhasil secara baik, manakala ia mampu mengubah diri peserta didik dalam arti yang luas serta mampu menumbuh kembangkan kesadaran peserta didik untuk belajar, sehingga pengalaman yang diperoleh peserta didik selama ia terlibat di dalam proses pengajaran itu dapat dirasakan manfaatnya secara langsung bagi perkembangan pribadinya.
Kunci pokok pengajaran bahasa arab itu ada pada seorang guru. Tetapi ini bukan berarti dalam dalam proses pengajaran hanya guru yang aktif, sedangkan peserta didik pasif. Pengajaran menuntut keaktifan kedua pihak yang sama-sama menjadi subyek pengajaran.
Pihak pendidik berperan sebagai pengendali dan pengarah proses pengajaran. Pendidik disebut sebagai objek (pelaku peranan pertama) pengajaran.oleh karena itu seorang pendidik menjadi pihak yang memiliki tugas, tanggung jawab dan inisiatif pengajaran. Sedangkan pihak peserta didik sebagai pihak ynag terlibat langsung sehingga ia dituntut keaktifannya dalam proses pembelajaran. Peserta didik mempunyai peran sebagai objek pengajaran kedua, Karena pengajaran itu tercipta setelah ada beberapa arahan dan masukkan dari objek pertama (pendidik) selain kesediaan dan kesiapan peserta didik itu sendiri sangat diperlukan untuk terciptanya proses pengajaran.
B.     Kinerja Mengajar.
Seorang pendidik, dimana pun dia mengajar, bertugas menyajikan ilmu yang dia miliki kepada peserta didiknya. Agar dapat memberikan ilmu tersebut ia memerlukan pengalaman, pengetahuan tentang siapa peserta didik, serta bagaimana caranya agar penyampaian ilmu tersebut bisa diterioma dengan baik. Ia harus memahami dan mendalami kompetensi dasar yang member bekal kepadanya untuk memperbaiki atau menambah terutama cara penyajian topic menjadi lebih baik, menarik, teratur, dan terpadu dengan kompetensi yang terkandung dalam materi. Hal ini merupakan bagian terpenting dari kinerja mengajar (teaching performance) seorang pengajar untuk segala jenjang pendidikan.
Kinerja mnegajar tidak hanya ditinjau dari bagaimana pendidik tersebut menjelaskan isi pelajaran, ia harus tahu bagaimana menghadapi peserta didik, membantu memecahkan masalah, mengelola kelas, menyusun bahan ajar, menentukan kegiatan kelas, menyusun asesme belajar, .menentukan metode atau media dan menjawab pertanyaan dengan bijaksana. Satu hal yang diharuskan jika seorang pendidik hendak mengajar, maka ia harus menyiapkan Rancangan Perencanaan Pembelajaran (RPP), penyusunan RPP ini terkait dengan rencana yang akan ia laksanakan sewaktu berada di ruang kelas. Agar Rancangan Perencanaan Pembelajaran (RPP) tersusun dengan baik, pengajar memerlukan landasan berpikir atau bekal ilmu yang mendukung penyusunan RPP tersebut. Bahkan ia harus siap berkomunikasi di kelas dengan baik, memikirkan kegiatan apa ynag harus dilakukan peserta didik agar mereka dapat mencerna seluruh materi pelajaran yang pendidik telah berikan. [3] Dengan demikian, menyusun Rancangan Perencanaan Pembelajaran (RPP) tak cukup dengan hanya mengikuti struktur atau lembar baku yang telah disediakan lembaga pendidikan  tempat ia mengajar tapi harus mempunyai landasan berpikir yang baik agar penyusunan Rancangan Perencanaan Pembelajaran (RPP) menjadi baik dan mudah kita terpakan di ruang belajar.
Jika seorang pendidik mneyadari dan memahami pentingnya hal-hal tadi, kemungkinan besar ia dapat mmneghasilkan penbelajaran yang efektif dan menarik. Selain itu, ia menemukan inovasi dalam kegiatan belajar mengajar sehari-hari atau terkait dengan pembelajaran pada umumnya.
C.    Persiapan Pengajaran Bahasa Arab.
            Tujuan pengajaran bahasa arab itu bukanlah untuk mengisi otak peserta didik dengan berbagai ilmu-ilmu yang berkaitan dengan bahasa arab, menghafalnya diluar kepala, menirukan apa yang pendidik katakana, tanpa dapat mengambil pelajaran dari pembelaran bahasa arab itu, akan tetapi dengan adanya pengajaran itu guru mengusahakan agar murid selalu terlatih menggunakan otaknya serta mengarahkannya, sehingga mampu melaksanakan tugas kewajibannya dengan sebaik-baiknya. Untuk itu pendidik harus membantu murid memahami sesuatu dan melaksanakanya serta menerapakanya dalam segala problema yang sama dengannya.[4]
Semua pelajaran yang disampaikan oleh peserta didik harus mengandung tujuan menambah pengetahuan murid. Untuk merealisir tujuan tersebut, maka harus ada saling pengertian antara pendidik dan peserta didik. Disamping itu pendidik harus memberikan dukungan kepada peserta didik agar mereka mau berusaha memahami materi pelajaran yang telah kita (pendidik) sampaikan, serta peserta didik dapat menerapkannya.
Berikut faktor yang dapat mendukung  keberhasilan pengajaran :
1.      Memahami kurikulum
2.      Konsep dasar pengajaran yang sempurna
3.      Metode pengajaran yang baik.
4.      Kemampuan peserta didik untuk dapat menerima serta memahami segala materi yang telah disampaikan dengan sabaik – baiknya. [5]
Oleh karena itu, bahwa bagaimanapun tingginya materi pelajaran yang diberikan dan dan bagaimanapun kemampuannya mengajar, pendidik tidak boleh menyajikan materi pelajaran tanpa ada nya pemikiran dan persiapan, perencanaan, atau konsep dasar yang lengkap.
D.    Urgensi Konsep Dasar Pengajaran.
Konsep dasar pengajaran memainkan peran penting dalam memandu pendidik untuk melaksanakan tugas sebagai pendidik dalam melayani kebutuhan belajar anak didiknya. Perencanaan pengajaran juga dimaksudkan sebagai langkah awal sebelum proses pembelajaran berlangsung.
Ada beberapa urgensi konsep dasar pengajaran dalam proses belajar mengajar yaitu :
1.      Sebagai petunjuk arah kegiatan dalam mencapai tujuan
2.      Sebagai pola dasar dalam mengatur tugas dan wewenang bagi setiap unsur yang terlibat dalam kegiatan.
3.      Sebagai pedoman bagi setiap unsur pendidik maupun peserta didik.
4.      Sebagai alat ukur efektif tidaknya suatu pekerjaan, sehingga setiap saat diketahui ketepatan dan kelambatan kerja.
5.      Untuk bahan penyusunan materi pelajaran agar terjadi kesimbangan dalam pengajaran.
6.      Untuk menghemat waktu, tenaga, dan media.
Sedangkan penerapan konsep dan prinsip pengajaran diharapkan bermanfaat untuk :
a.       Menghinadari duplikasi dalam memberikan materi pelajaran. Dengan menyajikan materi pelajaran yang benar-benar relevan dengan kompetensi yang ingin dicapai, dapat dihindari terjadinya duplikasi dsan pemberian materi pelajaran yang terlalu banyak.
b.      Mengupayakan konsistensi kompetensi yang ingin dicapai dalam mengajarkan suatu mata pelajaran. Dengan kompetensi yang telah ditentukan secra tertulis, siapapun yang mnegajarkan mata pelajaran tertentu tidak akan bergeser dari kompetensi dan materi pelajaran yang telah ditentukan.
c.       Memperjelas komunikasi dengan siswa tentang tugas, kegiatan, atau pengalaman belajar yang harus dilakukan, dan cara yang digunakan untuk menentukan keberhasilan belajar para peserta didik. [6]

E.     Prinsip – prinsip Pengajaran Bahasa Arab.

1.      Prinsip Pengajaran Secara Umum
Untuk membuat konsep dasar atau perencanaan yang baik dan dapat menyelenggarakan proses pembelajaran yang ideal, setiap pendidik harus mengetahui unsur-unsur konsep dasar pengajaran bahasa arab menjadi pembelajaran yang baik.
Berikut unsur-unsur konsep dasar pengajaran :
1.      Mengidentifikasi kebutuhan siswa.
2.      Mengtahui tujuan yang hendak dicapai.
3.      Memahami berbagai macam strategi yang relevan digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran.
Bersamaan dengan hal itu peran pendidik  dalam mengembangkan strategi amat penting, karena aktivitas belajar pesert didik sangat dipengaruhi oleh keaktifan, sikap dan perilaku pendidik dalam kelas. Jika mereka serius meperhatikan keaktifan pendidik dalam memberikan materi pelajaran, maka para peserta didik tersebut pun akan mengembangkan aktivitas-ktivitas belajarnya dengan baik, antusias, giat dan serius, serta hal yang paling penting adalah terciptanya suasana dan hasil yang sama-sama diharapkan.
Lebih jelasnya, pengembangan persiapan mengajar harus memperhatikan minat dan perhatian peserta didik terhadap materi yang dijadikan bahan kajian. Dalam hal ini peran pendidik bukan hanya transformator, tetapi harus berperan sebagai motivator yang dapat membangkitkan gairah belajar para peserta didik dengan menggunakan berbagai variasi media, dan sumber belajar yang sesuai serta menunjang pembentukan kompetensi. [7]

2.      Prinsip Pengajaran Secara Khusus.
Belajar Bahasa Arab berbeda dengan belajar bahasa ibu, oleh karena itu prinsip dasar pengajarannya harus berbeda, baik menyangkut metode (model pengajaran), materi maupun proses pelaksanaan pengajarannya. Bidang keterampilan pada penguasaan Bahasa Arab meliputi kemampuan menyimak (Mahaarah al – Istima’), kemampuan berbicara (Mahaarah al-kallam), kemampuan membaca (Mahaarah al-qira’ah), dan kemampuan menulis (Mahaarah al – Kitaabah).
Ada tiga prinsip pengajaran secara khusus (Bahasa Arab), yaitu :
a.       Prinsip Prioritas
Dalam pembelajaran Bahasa Arab, ada prinsip-prinsip prioritas dalam penyampaian materi pengajaran, yaitu; pertama, mengajarkan, mendengarkan, dan bercakap sebelum menulis. Kedua, mengakarkan kalimat sebelum mengajarkan kata. Ketiga, menggunakan kata-kata yang lebih akrab dengan kehidupan sehari-hari sebelum mengajarkan bahasa sesuai dengan penutur Bahasa Arab.
b.      Prinsip korektisitas
Prinsip ini diterapkan ketika sedang mengajarkan materi Fonetik, Sintaksis dan Semiotik Maksud dari prinsip ini adalah seorang pengajar  bahasa arab hendaknya jangan hanya bisa menyalahkan para peserta didik, tetapi ia juga harus mampu melakukan perbaikan dan membiasakan pada peserta didik untuk kritis pada hal-hal berikut:
1.      Korektisitas dalam pengajaran (fonetik).
2.      Korektisitas dalam pengajaran (sintaksis).
3.      Korektisitas dalam pengajaran (semiotik).
c.       Prinsip Bertahap.
Jika dilihat dari sifatnya, ada 3 kategori prinsip berjenjang, yaitu:
1.      Tahap Pengajaran Mufrodat.
2.      Tahap Pengajaran Qawa’id.
3.      Tahap Pengajaran Makna.
B. Perkembangan Konsep Dasar Pengajaran.
Pengajaran merupakan kerjasamanya dua aktivitas antar pendidik dan peserta didik dan penerapan konsep mengajar dan konsep belajar.  Penekanany terletak pada antara keduamya  yakni penumbuhan aktivitas subjek didi. Konsep tersebut dapat dipandang sebgai suatu system. Sehingga dalam system belajar ini terdapat komponen – komponen peserta didik, tujuan, materi untuk mencapai tujuan, fasilitas dan prosedur serta alat /media yang harus dipersiapkan.
Pada umumnya bahwa system pembelajaran menyangkut pengorganisasian dari perpaduan antara manusia, pengalaman belajar, fasilitas, pemeliharaan dan prosedur yang mengatur interaksi perilaku pengajaran untuk mencapai sebuah tujuan pembelajaran. Demikian juga dengan system pengajaran dimana komponen perencanaan pengajaran, bahan ajar, tujuan materi, dan metode serta penilaian dan langkah mengajar akan berhubungan dengan aktivitas belajar untuk m,necapai tujuan. Kenyataan bahwa dalam proses pembelajaran terjadi pengorganisasian, pengelolaan dan transformasi informasi oleh dan dari guru kepada siswa.[8]










BAB II
KESIMPULAN

Konsep dasar dapat diartikan sebagai proses penyusunan materi pelajaran, penggunaan media pengajaran, penggunaan metode pembelajaran dan penilaian dalam suatu alokasi waktu yang akan dilaksanakan pada masa tertentu untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya.
Suatu pengajaran akan bisa disebut berjalan dan berhasil secara baik, manakala ia mampu mengubah diri peserta didik dalam arti yang luas serta mampu menumbuh kembangkan kesadaran peserta didik untuk belajar, sehingga pengalaman yang diperoleh peserta didik selama ia terlibat di dalam proses pengajaran itu dapat dirasakan manfaatnya secara langsung bagi perkembangan pribadinya.
Kinerja pengajaran tidak hanya dilirik dari bagaimana pendidik tersebut menjelaskan isi pelajaran, ia harus tahu bagaimana menghadapi peserta didik, membantu memecahkan problema, mengelola kelas, menyusun bahan ajar, menentukan kegiatan kelas, menentukan metode atau media dan menjawab pertanyaan dengan sistematis.
Tujuan utama pengajaran bahasa arab itu bukanlah untuk mengisi otak peserta didik dengan berbagai ilmu-ilmu yang berkaitan dengan bahasa arab, menghafalnya diluar kepala, menirukan apa yang pendidik katakana, tanpa dapat mengambil pelajaran dari pembelaran bahasa arab itu, akan tetapi dengan adanya pengajaran itu pendidik mengusahakan agar murid selalu terlatih menggunakan otaknya serta mengarahkannya, sehingga mampu melaksanakan tugas kewajibannya dengan sebaik mungkin.






DAFTAR PUSTAKA

Abu bakar Muhammad, Metode Khusus Pengajaran Bahasa Arab, Usaha Nasional, Surabaya : 1997
Abdul Majid, Perencanaan Pembelajaran, PT. Rosdakarya, Bandung : 2011
Ahmad Rohani  dan Abu ahmadi, Pengelolaan Pengajaran, Jakarta, PT.Rineka Cipta : 1995.
Deni Darmawan, Konsep Dasar Pembelajaran.pdf 
Dewi Salma, Prinsip Desain Pembelajaran, Jakarta: Kencana, 2009.
Hamalik Oemar, Perencanaan Pengajaran Berdasarkan Pendekatan Sistem, PT. Bumi Aksara, Bnadung : 2001
Roestiya, Strategi Belajar Mengajar, Jakarta, PT. Rineka Cipta :2008




[2] Ahmad Rohani  dan Abu ahmadi, Pengelolaan Pengajaran, Jakarta, PT.Rineka Cipta : 1995. Hlm. 4
[3] Dewi Salma, Prinsip Desain Pembelajaran, Jakarta: Kencana, 2009. Hlm. 3
[4] Abu bakar Muhammad, Metode Khusus Pengajaran Bahasa Arab, Usaha Nasional, Surabaya : 1997 Hlm.1
[5] Abu Bakar Muhammad, Op.Cit.,  Hlm.2
[6] Abdul Majid, Perencanaan Pembelajaran, PT. Rosdakarya, Bandung : 2011. Hlm.22-23
[7] Abdul Majid, Op.Cit., Hlm 94
[8] Deni Darmawan, Konsep Dasar Pembelajaran.pdf  Hlm. 7

0 komentar:

Poskan Komentar

 

Sample text

 photo 1ba10835-1dcc-401f-9c5c-7a4f4ecfb38c_zps9ffad61c.jpg
 photo 7e8f6161-a58b-46c3-a7eb-5a1cf8ae86a9_zps0fecbae7.jpg
 photo 484dff62-f646-4075-a969-fc8146c557b1_zps23b5d1fb.jpg